Saturday, November 29, 2008

Eat, Pray, Love

by : Elizabeth Gilbert

Sinopsis Buku:

Seorang Wanita Mencari Segalanya di Italia, India dan Indonesia. Pada waktu memasuki usia tiga puluh tahun, Elizabeth Gilbert memiliki semua yang diinginkan oleh seorang wanita Amerika modern, terpelajar, ambisius -- suami, rumah, karir yang cemerlang. Tetapi ia bukannya merasa gembira dan puas, tetapi malah menjadi panik, sedih dan bimbang. Ia merasakan perceraian, depresi, kegagalan cinta dan kehilangan pegangan akan arah hidupnya.Untuk memulihkan ini semua, Elizabeth Gilbert mengambil langkah yang radikal. Dalam pencarian akan jati dirinya, ia menjual semua miliknya, meninggalkan pekerjaannya, meninggalkan orang-orang yang dikasihinya dan memulai satu tahun perjalanan keliling dunia seorang diri. Makan, Doa, Cinta merupakan catatan kejadian di tahun pencarian tersebut. Keinginan Elizabeth Gilbert mengunjungi tiga tempat di mana dia dapat meneliti satu aspek kehidupannya, dengan latar belakang budaya yang secara tradisional telah mewujudkan aspek kehidupan tersebut dengan sangat baik.Di Italia, ia belajar seni menikmati hidup, belajar bahasa Italia dan merajut kegembiraan dengan menambah berat badannya sebanyak dua puluh tiga pound. India merupakan negara untuk belajar seni berdevosi, dengan bantuan seorang guru setempat dan seorang Texas yang bijaksana, ia memulai empat bulan penuh disiplin dalam eksplorasi spirituil.Akhirnya, Indonesia, di sini ia akhirnya menemukan tujuan hidupnya: keseimbangan - yaitu, bagaimana membangun hidup yang seimbang antara kegembiraan duniawi dan kebahagiaan surgawi. Mencari jawaban atas pertanyaan tersebut di pulau Bali, ia menjadi murid dari seorang dukun tua dari generasi ke sembilan dan ia juga jatuh cinta dengan cara yang sangat indah tanpa direncanakan.Sebuah riwayat hidup yang disajikan dengan gamblang, bijaksana, menggetarkan dan lucu mengenai pencarian jati diri. Makan, Doa, Cinta menggambarkan sesuatu yang dapat terjadi ketika ia mengklaim bertanggung jawab atas kebahagiaan hidup kita. Buku ini juga menggambarkan sebuah perjalanan hidup yang dapat terjadi ketika seorang wanita tidak hidup sesuai dengan aturan yang ada dalam masyarakatnya. Ini merupakan kisah yang menyentuh siapa pun yang sadar akan perlunya perubahan.

sinopsis taken from http://www.bukabuku.com

Wednesday, November 12, 2008

4 Tips for a Happier Life


If you live by just a few simple guidelines,
you can seriously change your outlook on life -
AND the way that people perceive you as well!

Don't ever take anything personally...
When you are happy with who you are
it shouldn't matter what anyone thinks anyway!

Don't worry. Worrying never solves anything!
Whether you have control over something or not,
you shouldn't waste your time or efforts on unnecessary stress.

Always do the absolute best you can do - and always tell the truth!
The more effort you put forth,
the more you learn and the less regrets you'll have.

Don't expect too much.
Don't even expect to receive as much as you give,
it only opens the door for disappointment.
Be happy with what you do for others
and be pleasantly surprised if they do the same (or more) for you!

Tuesday, November 11, 2008

Live Your Best Life

"Your time is limited, so don't waste it living someone else's life.
Don't be trapped by Dogma - which is living with the results of other people's thinking.
Don't let the noise of other's opinions drown out your own inner voice.
And most important, have the courage to follow your heart and intuition.
They somehow already know what you truly want to become.
Everything else is secondary."

Steve Jobs (CEO Apple & Pixar Animation)
speech to Stanford Graduating Class June 2005

Wednesday, November 5, 2008

Tak Ada Jalan Pintas

Keberhasilan tak diperoleh begitu saja. Ia adalah buah dari pohon kerja keras.
Jangan terlalu berharap pada kemujuran. Tahukah Anda apa itu kemujuran?
Bukankah kita tak selalu mampu menjelaskan dari mana datangnya kemujuran?
Sadarilah bahwa segala sesuatu perlu berjalan alami dengan semestinya.
Pertumbuhan diri adalah proses mendaki tangga. Anda harus melalui anak tangganya satu per satu. Tak perlu repot mencari-cari jalan pintas, karena tak ada jalan pintas.
Hargai saja setiap langkah kecil yang membawa Anda maju.
Ketergesaan adalah beban yang memberati langkah saja.

Amatilah jalan lurus Anda. Tak peduli bergelombang atau berbatu, selama Anda yakin
berada di jalan yang tepat, maka melangkahlah terus.
Dan, jalan yang tepat itu adalah jalan yang menuntun Anda menjadi diri Anda sendiri.

GBU!


taken from Rehobot buletin